Thursday, March 15, 2018

5 Puisi Karya Sapardi Djoko Damono



Sapardi Djoko dan Puisi-Puisinya. Siapa yang tak mengenal Sapardi Djoko Darmono, baik orang bisa maupun sastrawan pasti mengenalnya karena karya-karya sastra yang telah ia buat. Sapardi Djoko Darmono lahir di Surakarta 20 Maret 1940. Hingga akhirnya Sapardi Djoko kuliah di Universitas Gadjah Mada mengambil Sastra Inggris, sejak kuliah ia sudah rajin mengirim karya sastranya ke berbagai media. Ia tidak hanya aktif dalam menulis puisi, namun ia juga menulis banyak cerpen dan menerjemahkan tulisan karya-karya berbahasa inggris.
Image result for sapardi djoko damono
(image: wikipedia.org)

Untuk mlihat kembali karya-karya beliau yang bisa dibilang istimewah dan sangat diterima baik oleh masyarakat dan juga sastrawan, berikut adalah 5 Puisi Karya Sapardi Djoko Darmono.


  • Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikan abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikan tiada 
 

  • Mata Pisau
mata pisau itu tak berkejap menatapku
kau yang baru saja mengasahnya
berfikir; ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
 ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu


  • Atas Kemerdekaan
kita berkata; jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya; langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum hari yang ketujuh tiba
sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu;
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah 


  • Yang Fana Adalah Waktu
Yang fana adalah waktu. Kita abadi;
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi. 


  • Hujan Di Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak 
dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu dijalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang terucapkan diserap akar pohon bunga itu 


Itulah 5 Puisi Karya Sapardi Djoko. Jika kita menyadari, betapa hebatnya beliau mengartikan sebuah kata, bukan begitu?. Saya sangat kagum dengan karya-karya beliau, namun sementara ini saya hanya memberikan 5 Karya Sapardi Djoko ini saja.





Pengertian & Penjelasan Puisi Mulai Dari Ciri-Ciri dan Jenis-Jenisnya

Pengertian puisi secara umum, adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan maupun perasaan seseorang (penyair) dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik & bait, serta penuh makna. Puisi adalah dimana penyair mengungkapkan perasaannya secara imajinatif dan disusun dengan menggunakan kekuatan berbahasanya dari struktur fisik maupun struktur batinnya. 

Puisi sendiri mengutamakan bunyi, bentuk, dan juga makna yang ingin disampaikan. Makna yang ingin disampaikan adalah sebagai bukti bahwa terdapat makna yang dalam dari puisi itu sendiri, dengan memadatkan bahasa atau kata pada puisi.
Puisi juga seni tertulis, yang mana penggunaan bahasa sebagai kualitas keindahannya.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli


  • Rahmat Joko Pradopo
Pengertian puisi menurut Rahmat Joko Pradopo adalah ekpresi pemikiran yang membangkitkan perasaan, ia mampu membangkitkan imajinasi panca indra dalam suasana yang berirama.

  • Sudjiman (Kamus Istilah Sastra Sudjiman)
Puisi menurut Kamus Istilah astra Sudjiman adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mata, rima, serta penyusunan larik dan bait.

  • Muhammad H. Salleh
Pengertian puisi menurut Muhammad H. Salleh adalah bentuk sastra yang kental dengan musik, bahasa serta kebijaksanaan penyair dan tradisinya. Dengan segala kekentalan itu, maka puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.

  • Anne Rouse
Pengertian puisi menurut Anne Rouse adalah intensitas di pusat kehidupan, dan tentang kerumitan berekspresi tanpa apresiasi dari mereka, orang yang dikutuk untuk emosi sederhana dan ekpresi mentah.

  • Jason Stone
Pengertian puisi menurut Jason Stone adalah untuk mengekspresikan perasaan dan ide-ide dengan cepat dan mengesankan, untuk berbagi perasaan dan ide dengan sahabat.

  • Aristoteles
Pengertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair menggambarkan tiga genre puisi, adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tinggi setiap genre, berdasaran tujuan yang mendasari genre.


Jenis-Jenis Puisi dan Cirinya

Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu:


  • Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi-puisi yang masih menerapkan aturan-aturan, seperti jumlah kata yang terdapat dalam satu baris, jumlah baris yang terdapat pada satu bait, persajakan atau rima, banyaknya suku kata dalam satu baris, dan irama.
Jenis puisi lama :

  • Mantra, merupakan sebuah ucapan yang dianggap masih memiliki kekuatan ghaib. 

  •  Pantun,  merupakan puisi lama yang mempunyai ciri sajak a-b-a-b, tiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut lampiran, 2 baris setelahnya disebut isi. Tiap bait 4 baris

  • Karmina, merupakan salah satu jenis pantun yang kilat (seperti pantun namun sangat pendek)

  • Seloka, merupakan pantun yang saling berkait


  •  Gurindam, merupakan puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.

  • Syair, merupakan puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri pada tiap bait terdapat 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat dan sebuah cerita.

  • Talibun, merupakan pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti, 6, 8 atau 10 baris.


  • Ciri-Ciri Puisi Lama

  • Puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut (sastra lisan) 
  •  Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris, jumlah bait, jumlah suku kaata dan rima.
  • Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap atau klise



  • Puisi Baru 
Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, sangat berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk dan aturan yang lebih bebas dari puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata dan juga rima.
Jenis puisi lama :

  • Balada, meruapakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu pada larik terakhir rima berupah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. 
  • Himne, merupakan puisi yang digunakan sebagai pujian untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan yang berjasa.
  • Ode, merupakan puisi sanjungan bagi orang yang berjasa. Nada serta gayanya sangatlah resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia.
  • Epigram, merupakan puisi yang memiliki isi berupa tuntunan juga ajaran hidup.
  • Romansa, merupakan puisi yang berisi tentang luapak perasaan kasih dari seseorang (penyair) 
  • Elegi, merupakan puisi yang memiliki kriteria tentang kesedihan. 
  • Satire, merupakan puisi yang berisi tentang sindiran ataupun kritikan.
  • Distikon, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai) 
  • Terzina, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai) 
  • Kuatrain, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai) 
  • Kuint, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 5 baris (puisi 5 seuntai)  
  • Sektet, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai) 
  • Septime, merupakan puisi yang tiap baitnya terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai) 
  • Oktav atau Stanza, merupakan yang tiap baitnya terdiri dari 8 baris (double kutrain atau bisa disebut dengan puisi 8 seuntai)
  • Soneta, merupakan jenis puisi yang terdiri dari 14 baris, yang terbagi menjadi 2, 2 bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing 3 baris.


  • Ciri-ciri puisi baru

  • Diketahui nama pengarangnya (jika puisi lama, tidak diketahui namanya)  
  •  Pengembangan secara lisan dan tertulis. 
  •  Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan 
  •  Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah. 
  •  Kebanyakan berisi tentang kehidupan 
  •  Kebanyakan memakai sajak syair dan pantun 
  •  Memiliki bentuk lebih rapi dan simetris 
  •  Memiliki rima akhir yang teratur 
  •  Pada setiap barisnya berupa kesatuan sintaksis


Berikut penjelasan pengertian puisi beserta tanggapan-tanggapan para ahli dan ciri-ciri puisi serta jenis-jenisnya. Semoga bisa membantu kalian yang ingin membuat puisi. Tinggalkan komentar jika ada yang perlu ditambahkan dan juga masukan.









Wednesday, March 14, 2018

Pengertian Sastra Menurut KBBI dan Para Ahli - [Sastra Adalah]

Image result for menulis sastra
Sastra atau dalam bahasa indonesia bisa disebut juga dengan kesusastraan adalah karya tulisan yang memiliki arti dan keindahaan tertentu. Kata sastra sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, yang artinya "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman"

Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai definisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah kepada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah suatu contoh, diartikan sebagai orang yang bergerak dalam dunia sastrawi.
(wikipedia.org)

Apa saja bentuk sastra itu? berikut adalah kategori-kategori dalam sastra :


  • Novel
  • Syair
  • Pantun
  • Drama
  • Lukisan


Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

  • Menurut Mursal Esten
Sastra atau kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia, dan masyarakat melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan berkemanusiaan.


  •  Menurut Semi
Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya


  •  Menurut Panuti Sudjiman
Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapannya.


  • Menurut Eagleton 
sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.

Baca Juga : Sastrawan Sekaligus Penerjemah Indonesia Ali Audah

Baca Juga : Buku-Buku Karya Ali Audah


  • Menurut Plato
Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.


  • Menurut Aristoteles
Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat


  • Menurut Sapardi Djoko
Sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

Dari beberapa pengertian sastra dari para ahlinya, berikut adalah pengertian sastra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Sastra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2008 adalah "karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri keunggulannya, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya". Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum  tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan cara yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri. (dosenpendidikan.com)

Baca Juga : Hati-Hati Melukai Hati [Bacaan Senja]

Baca Juga : Kumpulan Puisi-Puisi 






[Puisi] Tuan dan Puan, Mampukah Kau... - Salman Faridzi


Tuan dan Puan Mampukah Kau...

Tuan, mampukah kau menatap indah matanya,
salahkah ku kagum pada matanya
Elok matanya, tak lagi mampu diucap dengan kata
Indah, benar-benar indah

Puan, mampukah kau melihat indah senyumnya,
salahkah ku kagum pada senyumnya
Indah senyumnya, tak lagi mampu diucap dengan kata
Cantik, benar-benar cantik

[Puisi] Bergerilya Dalam Aksara - Salman Faridzi



Bergerilya Dalam Aksara

Bergerilya dalam aksara
Mencari indahmu pada sebuah kata
Meluap emosi penuh cinta
Indahnya bersajak dengan rasa

Lihat;  awan berdampingan dengan senja
Aku berharap akulah awan; kau senja
Sayangnya,  awan akan selalu ada,
tapi tidak dengan senja

Aku sudah lemah dan hampir sekarat,
tapi aksaraku perlahan semakin kuat,
ia menembus pintu-pintu yang berkarat
Dipaksanya bangun jiwa-jiwa yang patah semangat!
faridzisalman

Pemuda, Karya dan Pergerakannya - Salman Faridzi


Pergerakan pemuda-pemudi sangat penting bagi perkembangan suatu kalangan atau bangsa. Karena itu, sebagai pemuda-pemudi jangan sekali-kali meremehkan keberadaannya di dunia ini. Seperti apa maksut dari meremehkan kebaradaannya di dunia?, yaitu dengan menganggap seperti ini “orang-orang yang sudah tua-lah yang seharusnya mengembangkan suatu kalangan atau bangsa, bukan kita yang masih muda”. Jika memang kita sebagai pemuda-pemudi berfikiran seperti itu, maka bisa dikatakan bahwa pemikiran seperti itu adalah suatu pemikiran yang meremehkan diri sendiri. Sebagai anak-anak muda, kita mampu merubah dunia dengan sesuatu entah apapun itu, buktikan dan jangan hanya berdiam diri menerima nasib sebagai pemuda yang malas-malasan.
Dengan berkarya, pemuda bisa dikatakan memulai pergerakannya; mengawali membangun kalangan dan bangsanya. Pada dasarnya kalian tak perlu harus menjadi Profesor, Insinyur, Doktor dan sebagainya untuk membangun bangsa; cukup menjadi diri sendiri, berkarya, dan membuat banyak hasil dari sebuah karya bisa membantu dan mengangkat derajat suatu kalangan (bangsa).
Berkarya dengan seni juga salah satu cara untuk membangun bangsa. Bagaimana bisa membangun bangsa dengan seni?. Tentu bisa, ditengah banyaknya orang yang meremehkan seni dalam pergerakan membangun bangsa, kita coba buktikan bahwa pemuda-pemudi memiliki cara sendiri dalam membangun bangsanya. Biar presiden dan mentri-mentrinya membangun pergerakan bangsa dengan cara mereka masing-masing, dan kita dengan cara kita masing-masing. Dengan maksut hati ingin membangun, bukan malah merusak suatu tatanan negara.
Seperti apa membuat pergerakan bangsa dengan seni?, dengan membuat hasil karya yang diakui oleh dunia, mungkin bisa menjadi bukti nyata pergerakan kita. Perlunya kita ingat, bahwa seni tak melulu tentang gambar, wayang, lukisan dan lain sebagainya; tetapi dengan merawat ruang hijau kita sudah bergerak membangun bangsa dengan seni. Jadi jika kalian ingin membuat pergerakan, tak melulu dengan berkarya membuat lukisan, memperkenalkan wayang, melatih akting dan sebagainya; tapi dengan merawat ruang hijau, kalian sudah bisa dikatakan sebagai pemuda yang mengawali pergerakan dengan seni melewati unsur seni keindahan, yaitu dengan merawat lingkungan.
Mungkin banyak yang bingung kenapa merawat ruang hijau dibilang seni. Jawabanya sangat simpel sekali, karena seni adalah dimana kita bisa meluapkan emosi tentang sekitar menjadi wujud nyata. Kita ambil contoh saja seni lukis, seni lukis butuh ruang dimana kita meluapkan emosi tentang indahnya pemandangan, indahnya kebersamaan, betapa hebatnya jasa suatu pahlawan; maka dari itu seniman butuh ruang untuk menggambarkan semuanya lewat seni lukis. Begitu juga dengan wayang, wayang mencoba menjelaskan pada kita bahwa betapa hebatnya cerita-cerita sejarah dibalik damainya dunia lewat kisah-kisah dibalik seni itu sendiri, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang bisa kita ambil. Intinya dengan meluapkan emosi pada bentuk karya apapun bisa dikatakan sebagai suatu seni. Banyak sekali pengertian seni, seni itu luas, jika dijelaskan di sini bisa habis berjuta-juta kata.




Jangan pernah meremehkan bentuk apapun dalam seni, karena didalamnya terdapat suatu kata yang jika diterjemahkan sangat memotivasi untuk membangun diri. Apresiasi bentuk karya seni dengan cara apapun agar seni itu mengalir, meluas, dan dibaca/dilihat seluruh dunia. Dengan begitu kita sudah membangun bangsa pada karya seni yang kita buat. Pemuda yang meluangkan waktunya untuk sebuah pergerakan adalah pemuda yang sesungguhnya, pemuda itu aset bangsa, jika aset bangsa sudah hancur pemikirannya, rusak moralnya selesai sudah suatu bangsa.
Sampai Presiden pertama indonesia, Sukarno, pernah berkata “Beri aku sepuluh orang tua, maka akan ku angkat semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan ku goncang dunia”. Begitu hebatnya pergerakan pemuda dimata Sukarnno, sampai berucap seperti demikian. Maka dari itu sebagai pemuda jangan kita pernah merasa puas atas perkembangan-perkembangan yang telah dilakukan. Ubah yang buruk dan kembangkan menjadi lebih baik.
Selama kita sebagai pemuda mampu mewujudkan aksi nyata kepada dunia, selama itu pula arti “pemuda” bisa diakui bangsa. Banyak pemuda-pemuda yang berakhir di penjara atau mati ditelan serakahnya dunia demi mewujudkan kedaimaian dan impiannya. Tentu itu sebagai bukti nyata bahwa pergerakan pemuda-pemudi di dunia memang sangat berpengaruh bagi perkembangan suatu bangsa atau bahkan dunia. Tak perlu menoleh kebelakang, tetap fokus dengan apa yang di depan, lewati rintangan dan tunjukkan bahwa kita sebagai pemuda mampu membangun suatu bangsa yang mandiri, berbudi pekerti dan membawa nilai-nilai moral yang baik. Tentunya semua itu demi mewujudkan impian kita membangun bangsa.
Jadilah pemuda yang berguna bagi bangsa dengan cara mengadakan sebuah pergerakan yang tentunya benar-benar untuk meluapkan emosi kita sebagai pemuda, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Jangan pernah takut untuk memulai pergerakan, entah didalam bentuk seni, pemberontakan dalam sistem yang tidak benar atau lain sebagainya. Karena tanpa adanya generasi muda yang berani, mumpuni dan bertanggung jawab, suatu bangsa telah kehilangan aset berharganya.

Thursday, March 8, 2018

Puisi Yang Menggambarkan Indah Mata Wanita [Elok Matanya] - Salman Faridzi




Elok Matanya

Indah matanya, lebih indah dari goyah daun pucuk merah
Angin datang membawa kabar; indahnya
Membuat daun lupa mencengkram ranting
Daun pun jatuh perlahan. Ia terkesima

Bulat matanya mengundang angin,
ilalang bergoyang karenanya
tatapannya manja, oh aku tergoda
Begitu katanya

Jangan tatap aku,
itu menakutkan; begitu kata selembar daun
Jangan buat aku terlena, elok matamu
Terlihat begitu indah. Tak mampu kuterjemahkan
faridzisalman






“Indah matanya, lebih indah dari goyah daun pucuk merah
Angin datang membawa kabar; indahnya
Membuat daun lupa mencengkram ranting
Daun pun jatuh perlahan. Ia terkesima”

                Matanya seperti membawa cerita bahwa indah mata itu lebih indah dari apa yang pernah terbayang sebelumnya. Angin pun membawa kabar, bahwa dedaunan ingin bercerita tentang mata itu.  “Indahnya mata itu, membuatku lupa akan prioritasku mencengkram ranting, agar aku tak terjatuh. Namun, aku terlena. Aku terkesima”, ucap daun.
                Setiap melihat matanya, aku lupa semua kegiatan yang kulakukan. Mata itu membutakan aku. Membuatku terlena, sungguh benar-benar indah.


“Bulat matanya mengundang angin,
ilalang bergoyang karenanya
tatapannya manja, oh aku tergoda
Begitu katanya”

                Matanya bulat, akupun tergoda. Betapa indahnya ciptaan tuhan ini, dia berbeda. Jika boleh aku meminta pada tuhan, jadikan dia jodohku. Jika bukan jalannya, aku sudah cukup bahagia hanya mengaguminya. Saat ini aku benar-benar telah tergoda, hanya dengan tatapannya.


“Jangan tatap aku,
itu menakutkan; begitu kata selembar daun
Jangan buat aku terlena, elok matamu
Terlihat begitu indah. Tak mampu kuterjemahkan”

                Jika aku bisa meminta lagi pada tuhan sebagai jaminan bahwa memang dia bukan jodohku, cukup biarkan ia tak memberikan tatapan mata itu, menakutkan. Itu membuatku terlena dengan dunia, terkhusus wanita. Elok matanya, tuhan, mata itu sempurna. Begitu indah, entah apa maksut tatapan itu, aku tak bisa menerjemahkan maksut hatinya. Yang pasti aku yakin, aku hanya mengaguminya.



Puisi ini aku buat untuk menggambarkan suasana hati banyak orang. Mengenai perasaan, siapa yang tau.

Jadilah pembaca yang bijak, jangan mengakui hasil karya orang lain. Coba kalian mengapresiasi dengan cara membagikan atau rewrite dengan sumber penulisnya. Terima kasih.