Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Thursday, March 1, 2018

Kreativitas Dan Perkembangan Zaman [Seni] - Salman Faridzi


KREATIVITAS DAN PERKEMBANGAN ZAMAN


Mengenai Kreativitas, pada jaman ini banyak sekali kreator-kreator muda yang menciptakan karya-karya yang luar biasa dalam bidang seni, seperti Seni Rupa, Seni Kaligrafi, Seni Arsitektur dan masih banyak lagi. Karena di era ini, tak bisa kita menjauhkan seni dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya ketika kalian berada di rumah atau di dalam ruangan tertentu, barang-barang yang kalian lihat atau kalian miliki adalah bentuk dari karya seni, seperti Ukiran, Tembok, Kasur, Pot Bunga dan masih banyak seni yang lain yang pasti kalian miliki.
Namun banyak sekali pandangan menurut hukum-hukum yang membahas mengenai seni, seperti halnya dengan seni rupa dan begitu juga mengenai kesenian lainya seperti musik dan pertunjukan misalnya. Dalam buku “Dari Khazanah Dunia Islam” karya dari seniman sastra indonesia Ali Audah, dituliskannya seperti demikian.


“Dalam hal ini juga tidak sedikit orang mengemukakan argumen-argumen keagama’an yang sifatnya melemahkan kreativitas, sehingga orang yang merasa ragu tidak ingin terjun ke dalam kegiatan ini”
Menurut saya apa yang dituliskan itu realita sa’at ini, dimana kreativitas dilemahkan oleh argumen-argumen tertentu yang sifatnya menganggap bahwa kreativitas ada suatu batas-batas tertentu dalam menjalaninya. Kadang jika aku membahas suatu karya atau seni menyangkut pautkan pada hukum atau agama, itu sedikit berat dan menakutkan, karena sensitifitasnya sangatlah tinggi jika mengenai hukum dan agama. Maka dari itu saya selalu membaca buku-buku karya sastrawan  yang membahas hal serupa dahulu lalu menulis ulang dengan tambahan pendapat yang aku punya.


Seperti dijelaskan dalam buku “Dari Khazanah Dunia Islam” dalam bab Kreativitas Versus hukum halaman 44-45.
“Kita tidak melihat sejarah pada masa itu (masa kenabian), dan disekitar kawasan itu, ada corak kesenian lain yang lebih menonjol daripada puisi, yang memang mendapat tempat tersendiri pula dalam hati Rasulullah, sehingga dalam menanggapi sajak-sajak Umayyah bin Abi’s-Salt beliau berkata, bahwa “Sajaknya sudah beriman tapi hatinya tetap kufur”. Sedang kegiatan lain, seperti pembuatan dan penyimpanan patung dan lukisan, bila hanya untuk pemuja’an dan ritus-ritus keagama’an yang justru menjadi pangkal syirik. Jadi kalau di tempat itu dan pada waktu itu kegiatan semacam ini dilarang, kita dapat mengerti. Setiap manifestasi ke arah itu oleh masyarakat diartikan lain, yang samasekali tak ada hubungannya dengan seni.”

Aku sangat setuju dengan pandangan yang luas seperti ini, Agama itu universal dan abadi bukan? Tetapi yang menyangkut kebudaya’an dan kesenian dapat berubah-ubah. Biarlah agama berkembang, kecuali akidah dan syari’atnya. Mudahnya seperti ini, kita hidup dijaman yang sudah maju, dengan banyaknya teknologi dan perkembangan zaman ini jika kita hanya stuck atau berhenti dimasa kenabian dulu, mungkin kita bakal menjadi manusia yang primitif tak mengerti teknologi, informasi dan juga karya seni yang dapat pula memajukan suatu bangsa dan agama. Dan lagi-lagi saya setuju dengan pendapat dalam buku yang sama “Dari Khazanah Dunia Islam” yang menjelaskan dan membawa kita melihat sejarah pada waktu itu, bahwa Rasulullah diutus pertama-tama bukan untuk mengurus dan membawa konsep kesenian, tapi untuk merombak suatu sistem masyarakat dari yang politeistik dan tidak mempunyai nilai-nilai moral yang tinggi, kepada ajaran-ajaran tauhid dan akhlak, dengan resiko besar menghadapi berbagai macan tantangan, baik fisik maupun mental. Dalam buku itu juga dijelaskan mulai berkembangnya kebudaya’an dalam dunia islam mulai bersemarak pada masa Dinasti Bani Umayyah di Damsyik, pada masa Bani Abbas yang berpusat di Bagdad dan pada masa Islam Andalusia.


Coba kita berfikir lebih luas, bahwa kesenian yang dijalani melalui hati dan maksut dari niatan itu adalah “pure” untuk seni dan memajukan suatu kalangan atau bangsa, mengapa tidak. Karena dari niatlah kita tau apa yang ada didalam maksut pembuatannya. Jika mungkin pembuatan patung disuatu tempat bertujuan untuk penyembahan berhala atau hal-hal negatif lainya, kita bisa menuntut, protes atau sebagainya. Jika memang pembuatan patung adalah sebagai keindahan, seni, dan memajukan suatu kalangan atau bangsa mengapa kita harus mempermasalahkannya, kita juga perlu meng-upgrade diri kita mengikuti perkembangan zaman, dalam aspek kehidupan sehari-hari kita dituntut untuk harus berkembang agar tidak dibodohi oleh orang atau suatu bangsa yang bermaksut untuk menjatuhkan, untuk kemajuan individu atau bangsanya sendiri. Itulah pentingnya Ilmu pengetahuan, termasuk juga dalam kreativita seni.
Terlepas dari Hukum dan Agama pun nilai-nilai kebudaya’an dan kesenian ini sangatlah penting, sperti yang tadi sudah dijelaskan, untuk memajukan pemikiran anak bangsa mengenai memajukan bangsanya melalui seni. Betapa dahsyatnya pengaruh seni dalam kehidupan sehari-hari, itulah mengapa banyak yang mengatakan Kreativitas itu tak terbatas dan bebas. Bebas dalam artian bahwa apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena budaya yang indah, dan nilai-nilai seni yang tinggi, bukan bebas membuat karya seni diperuntukkan untuk hal negatif seperti argumen-argumen mengenai haramnya mengukir patung. Menurutku tak ada yang salah mengenai ukiran patung, yang salah adalah ketika kita berpikir seperti pikiran orang-orang “jahiliyah” mengenai patung.
Tulisanku ini adalah argumen atau pendapatku mengenai kreativitas yang bebas dan tak terbatas mengenai kebudaya’an dan kesenian. Bukan niat hati menyalahkan argumen-argumen orang lain mengenai sebuah karya seni atau budaya. Kembali lagi pada batasan masing-masing menanggapinya. Jika kita membaca buku “Dari Khazanah Dunia Islam”, di cover paling belakang ada keterangan buku tersebut yang beberapa isinya seperti berikut.
“Di antaranya menyatakan perlunya setiap zaman membuat tafsir yang sesuai dengan zamanya, termasuk menafsirkan kembali ayat-ayat dan hadist tentang kebudaya’an. Agama itu universal dan abadi, tetapi sepanjang yang menyangkut kebudaya’an dan kesenian dapat berubah-ubah. Biarlah agama selalu berkembang, kecuali akidah dan syari’atnya. Sebagai seniman, ia mendukung kebebasan sepenuhnya dalam berekspresi, termasuk dalam seni patung. Keberatan fikih terhadap karya-karya budaya, ia menawarkan jalan tengah sebagai landasan filsafat  kebudaya’an, yaitu akhlak mulia (al-akhlaq al-karimah). Itulah “batas”nya, bukan fikih. Berpijak kepada akhlak, kebudaya’an tidak akan tergelincir.”
Aku menulis buku ini, bahkan bisa dikatakan mereview buku karangan Ali Audah dengan sedikit berhati-hati, meskipun dalam buku ini mengatakan dengan sangat jelas bahwa pengarangnya sangat mendukung kebebasan sepenuhnya dalam berekspresi, termasuk dalam seni patung, tapi aku menulis pendapatku dengan samar agar tak bertabrakan dengan orang yang memiliki argumen berbeda. Maksutnya, agar orang yang memiliki pemikiran berbeda bisa paham dan mengerti seperti apa pandangan mengenai kreativitas dengan “hukum” yang berlaku dimata seniman. Dan aku sangatlah setuju dengan apa yang dikatakan beliau, bahwa dengan membatasi diri dengan akhlak mulia, kita tak akan tergelincir.


Terima Kasih buat kalian yang sudah membaca dan semoga memberi komentar positif terhadap apa yang saya tuliskan.
Beberapa dari tulisanku bersumber pada buku karangan Ali Audah yang berjudul “Dari Khazanah Dunia Islam” dan sisanya karangan dan pendapatku sendiri.

Tuesday, February 27, 2018

Pentingnya Membaca Untuk Mengetahui Sesuatu


Melihat perkembangan membaca di era ini sangatlah tragis, karena sedikitnya peminat pembaca. Padahal banyak yang dapat kita pahami dari membaca, seperti contoh ketika suatu bangsa mengumumkan sejarah bangsanya namun banyak sekali keraguan ketika menerima informasinya, lalu kemana seseorang mendapat informasi dan referensi untuk mengetahui sejarahnya? ya, salah satunya dengan membaca. Kita dapat membaca buku dari berbagai penulis di dunia mengenai sejarah suatu bangsa, dan menyamakan suatu cerita dari masyararaka yang beredar dengan buku yang sedang kalian baca. Ketika kalian tak yakin dengan buku dari penulis yang kalian baca setelah mengeetahui track record penulis yang buruk, kalian bisa mencari buku yang sama atau hampir mirip lalu melihat penulis/pengarangnya yang memiliki track record baik dalam menulis. Seperti misal saya dalam membaca, saya lebih yakin ketika membaca buku dari A dari pada dari B, padahal tulisannya sama-sama membahas tentang Agama, tapi ketika melihat penulisnya berbeda saya memilih penulis yang terkenal dan dapat dipercaya ilmunya, agar tak semakin tersesat dalam mengetahui ilmu.

APA PENTINGNYA MEMBACA?

Tak perlu penjelasan yang berbelit tentang pertanya'an seperti ini, apa pentingnya membaca jelas untuk mencari ilmu karena semua orang tau bahwa ilmu adalah tiang manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tanpa ilmu mungkin banyak orang yang semakin salah mengartikan hidup ini. Ketika kamu memiliki ilmu tentang sesuatu kamu tak akan pernah takut akan sesuatu, misal ketika kamu mencoba bercerita pada seseorang mengenai sejarah bangsa ini, namun lawan bicaramu memilik pendapat yang berbeda tanpa memiliki sumber yang jelas, sedangkan kamu membantah lawan bicaramu dengan penjelasan yang lebih masuk akal dan memiliki sumber dari buku yang pernah kamu baca, nah dengan menjelaskan dengan sumber dari buku yang jelas mungkin dapat membuat lawan bicara menjadi tau tentang suatu sejarah yang jelas. Intinya kamu bisa lebih berani memberi pendapat kepada seseorang siapapun itu denga memberi sumber dari buku untuk memperjelas pendapat kamu.

Dengan membaca kamu akan mendapatkan ilmu pengetahuan, dan ketika kamu mempunyai ilmu, kamu akan dimuliakan dan dihormati orang-orang. Tuhan pun menjanjikan akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan beriman. Jadi kesimpualnnya, membaca adalah hal sangat dibutuhkan oleh seseorang dalam menjalani hidup bermasyarakat dan mengangkat derajat kalian dimata tuhan, sekaligus pandangan baik, lebih tepatnya dihargai & dihormati orang.

Baca Juga : Buku-Buku Karya Ali Audah [Sastrawan sekaligus Penulis]


SARANA UNTUK MEMBACA

Berbicara tentang sarana untuk membaca, banyak sekali. Tak harus tentang buku, kamu bisa mendapat ilmu dari membaca di Koran, Artikel di internet dan masih banyak lagi sarana yang bisa kita jumpai di era ini. Dengan kemajuan teknologi yang semaju ini jika tak dimanfa'atkan untuk mencari ilmu sangat rugi, bahkan kita bisa mendapat ilmu dengan gratis di internet tanpa perlu membeli buku, hanya butuh koneksi internet yang sekarang bisa kita dapatkan dimana saja.

Jika dengan membaca buku kita harus menyaring penulis/pengarangnya, sama halnya dengan membaca artikel di internet yang dimana saat ini tak sedikit media yang memberi informasi yang salah atau biasa disebut HOAX. Lalu bagaimana kita mencari penulis yang baik di internet? Salah satu cara adalah dengan melihat berapa kunjungan yang telah masuk di blognya (biasanya ada staatistik pengunjung disetiap blog) jika pengunjung blognya sangat banyak langkah selanjutnya baca beberapa artikelnya, dalam proses ini kalian yang menentukan apakah tulisan seseorang tersebut nyaman untuk dibaca atau tidak, jika tidak nyaman cari lagi artikel dengan penulis yang baik. Jika sudah menemukan penulis dengan penjelasan perkaranya sangatlah baik dan rasional, yap maka follow blog/website orang tersebut agar menerima update an terbaru dari tulisannya.

Yang terpenting tetap membandingkan tulisan dari siapapun dengan keada'an apakah rasional karena membandingkan setiap karya tulisan juga sangat penting untuk mengetahui ilmu yang benar. Semakin banyak membaca semakin banyak ilmu.


Jika merasa tulisan ini bagus silahkan share, jika ada yang kurang beri komentar yang untuk semakin memajukan blog ini. Terima Kasih.